Monday, April 1, 2019
Silsilah Bahasa Mandarin
Terdapat 56 etnis di China. Hampir 92 persen dari total populasi merupakan etnis Han, dan sisanya merupakan non-Han. Jumlah penutur bahasa Han-Hanyu meliputi 95 persen dari seluruh penduduk China, sedangkan sisanya merupakan penutur bahasa suku minoritas. Bahasa Mandarin merupakan bagian dari rumpun bahasa Sino-Tibet.
Ketika Republik China (sekarang Taiwan) berdiri pada tahun 1911, pemerintah meresmikan bahasa Mandarin dengan dialek Beijing sebagai bahasa nasional, dengan menggunakan lafal dialek China Utara, Beijing Hua sebagai lafal baku. Sehingga dalam arti luas bahasa Mandarin berarti Běifānghuà, arti harafiah: "bahasa percakapan utara". Daerah pemakaian bahasa utara paling luas apabila dibandingkan dengan bahasa lain.
Bahasa Min disebut juga sebagai bahasa Hokkian atau Hokkien, merupakan salah satu bahasa daerah di China. Pemakaiannya di Propinsi Fujian Selatan, daerah Chaozhou-Shantou di Propinsi Guangdong, bagian paling selatan di Propinsi Zhejiang, Hainan, dan Taiwan. Bahasa Hokkian juga digunakan sebagai bahasa sehari-hari di Taiwan selain Bahasa Mandarin. Di Taiwan, Bahasa Hokkian disebut dengan Bahasa Taiyu.
Kata-kata yang banyak dikenal di Indonesia misalnya adalah: siomay, angpau, gopek, gocap, bakpao, kwetiau, hongsui, dan kamsia merupakan kata dari Bahasa Hokkian. Sebutan "Tiongkok" dan "Tionghoa" juga dipengaruhi oleh Bahasa Hokkian. Tiongkok berasal dari kata Zhongguo dan Tionghoa berasal dari kata Zhonghua.
Orang China disebut Zhongguoren, sedangkan Bahasa China atau Mandarin disebut Zhongwen. Bahasa Hokkian terbesar pengaruhnya di Indonesia karena mayoritas warga China pendatang di Indonesia berasal dari Fujian. Nama dan marga orang China di Indonesia juga masih banyak yang menggunakan Bahasa Hokkian. Oleh karena itu sebutan Tiongkok atau Tionghoa hanya populer dan dikenal di Indonesia.
Berikut adalah beberapa bahasa daerah lain yang digunakan di China.
● Bahasa Gàn, digunakan di Jiangxi, sekitar Danau Boyang, selatan Anhui, dan tenggara Hubei.
● Bahasa Kèjiā atau Bahasa Hakka, digunakan di tengah Propinsi Guangdong, barat Fujian, dan selatan Jiangxi.
Bahasa Wú, digunakan di selatan Jiangxu (termasuk Shanghai), tenggara Anhui dan sebagian daerah Zheijiang (termasuk Suzhou dan Wenzhou).
● Bahasa Xiāng, digunakan di sebagian daerah Hunan.
● Bahasa Yuè atau Bahasa Kanton, digunakan di tenggara Guanxi dang sebagian Guangdong.
Saturday, March 30, 2019
Salahkah Aku Menjadi Seorang Introvert?
"Kamu seharusnya lebih banyak berbicara dan bergaul, kamu jadi orang jangan antisosial dong!" Kalimat ini sering diucapkan oleh ekstrovert ke introvert. Lebih banyak daripada butiran pasir di pantai. Ya memang sedikit berlebihan, tapi itulah kalimat yang terkadang sangat menyebalkan dan mesti dihadapi oleh seorang introvert.
Para ekstrovert melihat mereka sebagai suatu “penyakit”, sesuatu yang rusak dan harus diperbaiki. Mereka terus memberi introvert dorongan dan rasa percaya diri agar bisa tampil lebih proaktif. Namun, tunggu dulu, apa benar orang introvert membutuhkan dukungan atau nasihat tersebut? Apa sih ciri-ciri orang introvert?
Introvert Totally FINE
Tidak sedikit para ekstrovert yang terus mencoba memberi masukan pada introvert mengenai sifat mereka. Orang introvert seringkali dicap sebagai antisosial, pemalu, bahkan orang yang muak dengan hubungan sosial. Sedari kecil mungkin kita sudah sering mendengar kalau supel, berinteraksi, bergaul–apapun namanya, adalah hal yang sangat baik. Sementara itu, pemalu dan pendiam itu adalah hal yang buruk. Hal yang perlu diingat, ciri-ciri introvert juga memiliki kesamaan dengan ekstrovert kok.
Mereka juga memiliki ambisi, hasrat, semangat, pandangan, dan pendapat mengenai hal-hal di lingkungannya. Hanya saja, mereka terkadang tak ingin membaginya dengan orang lain. Alasannya simpel, karena mereka introvert! Namun, adakah yang salah dari hal tersebut?
Apabila berbicara angka, setidaknya 50 persen dari penduduk Amerika Serikat adalah introvert, kira-kira sebanyak 160 juta orang. Sementara itu, diperkirakan sepertiga penduduk bumi adalah orang introvert. Jangan salah, di antara angka-angka tersebut ada orang-orang seperti Emma Watson, Elton John, Elon Musk, Barack Obama, Bill Gates, Mahatma Gandhi, Albert Einstein, Michael Jordan, Mark Zuckerberg, Steve Wozniak, hingga Larry Page. Ingat, masih banyak lagi introvert hebat dan menginspirasi seperti mereka di luar sana.
Nah, apakah benar mereka perlu mengubah dirinya supaya dapat diterima di masyarakat, menjadi sukses, atau bahkan bahagia?
Tak Paham, Timbulkan Prasangka
Menurut Susan Cain, penulis Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking, para introvert sering kali menjadi subjek prasangka yang sangat dalam dan nyata di kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, untuk melihat pandangan yang bias ini dengan jelas, sebaiknya kita perlu mengetahui apa itu introvert. Sebenarnya, introvert berbeda dengan pemalu, karena pemalu lebih takut terhadap pandangan atau penilaian sosial terhadap dirinya.
Introvert lebih mengenai cara seseorang merespon stimulasi, termasuk stimulasi sosial. Bila ekstrovert benar-benar mengharapkan banyak sekali stimulasi, sedangkan introvert merasa paling nyaman, hidup, dan bersemangat, ketika mereka berada di lingkungan yang sepi dan tenang. Memang tidak setiap saat dan tidak mutlak, tetapi kebanyakan orang introvert sering menginginkan kondisi tersebut.
Menurut Dr. Jennifer Kahnweiler, sekaligus penulis The Introverted Leader: Building on Your Quiet Strength, introvert adalah orang-orang yang mendapatkan energi dari menghabiskan waktu sendirian. Nah, inilah masalah yang menimbulkan prasangka. Padahal, bila ingin memaksimalkan bakat, kemampuan, fokus, semangat, dan hal-hal positif lainnya, seseorang perlu menempatkan diri dalam zona stimulasi yang cocok bagi diri mereka. Lalu, salahkah bila zona stimulasi yang cocok dan nyaman bagi introvert adalah lingkungan sepi dan damai?
Sekali lagi, dari sinilah prasangka itu datang. Para ekstrovert yang tak memahami introvert dengan jelas, sering menuduh mereka sebagai orang antisosial, sombong, aneh, tidak ramah, perlu dikasihani, kesepian, atau bahkan orang yang bermasalah.
Nah, yang mesti digarisbawahi, kondisi di atas adalah suatu hal yang membuat para introvert lebih nyaman dan benar-benar hidup. Dengan kata lain, introvert bukanlah masalah yang harus diatasi atau “penyakit” yang harus disembuhkan. Pendek kata, ini hanyalah cara hidup yang paling nyaman bagi para introvert.
Introvert Juga Punya Nilai Positif
1. Mereka Pendengar yang Baik
Menurut Dr Laurie Helgoe, penulis Introvert Power: Why Your Inner Life Is Your Hidden Strength, ekstrovert lebih cenderung terjun ke percakapan sebelum benar-benar memproses apa yang dikatakan orang lain. Bukan karena mereka egois, tapi karena mereka memproses informasi secara interaktif,sedangkan orang introvert sebaliknya yang memproses informasi secara internal. Keterampilan itu memungkinkan mereka untuk mendengar, memahami, dan memberikan wawasan yang dipertimbangkan dengan saksama ketika mereka memberi respon.
2. Mereka Jeli
Selain kemampuan mendengar yang superior, orang introvert juga memiliki keterampilan yang cakap dalam hal observasi. Kata Beth Buelow, penulis The Introvert Entrepreneur: Amplify Your Strengths and Create Success on Your Own Terms, meski mereka hanya duduk diam selama rapat, sebenarnya introvert berendam dalam informasi yang disajikan dan berpikir kritis.
Orang introvert biasanya juga menggunakan sifatnya yang jeli untuk membaca ruangan. Mereka lebih cenderung memperhatikan bahasa tubuh dan ekspresi wajah orang. Inilah yang membuat mereka lebih baik dalam komunikasi antarpribadi.
3. Seorang Teman yang Berkualitas
Alih-alih berteman dengan banyak orang yang mereka ajak bicara, banyak introvert akan memfokuskan energi mereka untuk memperkuat koneksi dengan orang yang sudah mereka kenal. Introvert dapat merasakan energi mereka terkuras ketika berada di sekeliling banyak orang. Oleh sebab itu, mereka memilih teman mereka dengan bijaksana.
Singkatnya, introvert sangat pemilih tentang siapa yang akan mereka bawa ke dalam hidupnya. Nah, bila dirimu masuk ke dalam kehidupan para introvert, berarti dirimu amat berharga bagi mereka. Kualitas inilah yang membuat introvert menjadi teman setia, penuh perhatian, dan berkomitmen.
4. Pemimpin yang Bijak
Menurut penelitian di Wharton School of the University of Pennsylvania, AS, para pemimpin introvert sering kali menghasilkan kinerja yang lebih baik ketimbang ekstrovert. Sebab, ketika mereka mengolah karyawan yang proaktif, mereka akan cenderung membiarkan karyawan itu mengemukakan ide-ide mereka.
Sedangkan ekstrovert tanpa disadari akan menjadi sangat heboh dengan hal-hal yang ada di kepala mereka. Alhasil, ide-ide dari orang lain akan sulit untuk muncul ke permukaan. Nah, sudah tahu kan ada apa di balik para introvert dan cara hidup paling nyaman menurut mereka? Kesimpulannya, sama sekali tak ada yang salah dengan seorang introvert.
Tuesday, March 26, 2019
Taman Balekambang (Balekambang Park)
Taman Balekambang (Balekambang Park) is a park built by KGPAA Mangkunegara VII for his two daughters, namely GRAy Partini and GRAy Partinah. Therefore, these two princess statues are also placed inside the garden. In addition, the park which is divided into two is also named according to the names of the two daughters, namely Partinah Bosch which is a kind of urban forest, and Partini Tuin, which is a pool of water. This park is located on Jl. Ahmad Yani, Surakarta with an area of 9.8 hectares and opened to the public starting at 07.00 until 18.00 West Indonesia time every day.
The balekambang park was originally named Partini Tuin and Partinah Bosch which was built by KGPAA Mangkunegara VII on October 26, 1921. Because of the affection for his two daughters, GRAy Partini Husein Djayaningrat and GRAy Partinah Sukanta, a garden was created by capturing the names of both. Taman Balekambang combines European and Javanese concepts.
This park consists of two areas. The first area called Partini Tuin or Water Park Partini, functions as a reservoir of water to clean up the dirt in the city which is also used to play boats. The second area called Partnah Bosch means the Partinah Forest planted with rare plants such as walnuts, white banyan, breech banyan, and brown apples. The function of this city park is as a recharge and lungs of the city.
At first this park was not open to the public during the KGPAA Mangkunegara VII administration, only in the Mangkunegara KGPAA VIII era, the Balekambang Park was opened to the public. Since then, various arts have been held for the people, such as ketoprak lesung. This art is ketoprak which is accompanied by the music of dimples.
In 2008 revitalization of Taman Balekambang was carried out. After that Taman Balekambang began to function as an art & cultural park, botanical garden, educational park, and recreational park.
Mengenal Bahasa Mandarin
Di Republik Rakyat Cina (RRC), Bahasa Mandarin disebut Putonghua, di Taiwan disebut Guoyu, di Singapura dan Malaysia disebut Huayu. Oleh karena mayoritas penduduk di RRC merupakan suku Han, maka Bahasa Mandarin juga dikenal dengan Hanyu dan hurufnya disebut Hanzi. Hanzi adalah salah satu bahasa tulis tertua dan tersulit di dunia.
Bahasa Mandarin digunakan oleh lebih dari 1 miliar penduduk dunia, menjadi bahasa dengan jumlah penutur asli terbanyak di dunia. Sekarang ini Bahasa Mandarin menjadi bahasa resmi RRC dan Taiwan, salah satu bahasa resmi Singapura, serta salah satu dari 6 bahasa resmi PBB.
Mandarin (Lesson 1)
Siapa sangka bahwa sebenarnya ia juga memiliki jiwa patriotik. Jiwa patriotiknya itu terlihat ketika Ia berlatih dengan trus berteriak guo...guo...guoooo..Sehingga kadang orang menyebut bahwa ia memiliki jiwa patriotik aiguo.
Saat latihan, Ia bertemu dengan seorang nona cantik yang suka padanya juga, namanya nona Aihao. Ternyata dan ternyata si Aicheng jatuh cinta dan juga menjadi penggemar berat nona Aihao yang mrmilik nama panjang nona Aihaozhe.
Kemudian mereka menjalin kasih. Setiap Aicheng pergi, Aicheng selalu memberi kecupan manis di kening nona Aihao dan memanggilnya Aihu, yang artinya bahwa Aicheng sangat menyayangi nona Aihao.
Saat nona Aihao di rumah sendirian, datanglah seorang wanita misterius membawa sinar X/rongtgen, namanya nona Aikesiguang. Ia terlihat sangat bersikap dingin dan acuh tak acuh yang kemudia membuat dirinya sering dibuli, hingga akhirnya Aikesiguang dijuluki dengan nama Alibuli, yang artinya bersikap dingin/acuh tak acuh.
Nona Aikesiguang berniat jahat pada Nona Aihao. Ia ingin merebut hati Aicheng dari Nona Aihao. Salah satu strateginya adalah dengan mengubah nanya menjadi Nona Ailian yang sangat cantik agar Aicheng jatuh cinta kepadanya. Nona Aikesiguang memikiki sikap seperti mei" yang genit dan gemar bersolek. Maka tak heran jika orang lain menganggap Nona Aikesiguang memiliki jiwa aimei yang berarti genit dan gemar bersolek.
Tak hanya itu, nona Aikesiguang memiliki sifat buruk lainnya, yakni sifat aimianzi (gengsi) dan suka merebut airen atau kekasih orang lain. Tak seperti Nona Aihao yang memiliki sifat aixi (menyayangi).
Saturday, March 23, 2019
Masalah Menjadikan Kita Dewasa Untuk Mencapai Kesempurnaan
Setiap orang pasti pernah mempunyai masalah di dalam kehidupannya. Masalah yang ada tentu harus diselesaikan Cara kita dalam menyelesaikan masalah tentunya berbeda-beda. Selama kita masih hidup, kita akan selalu diperhadapkan dengan masalah.
Tuhan tidak berjanji bahwa Ia akan meniadakan masalah, tetapi Ia berjanji akan menolong kita, memberi kekuatan kepada kita untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah-masalah kita. (Mazmur 34:20). Tuhan Yesus pun mengalami masalah dalam hidup-Nya. Sejak kelahira-Nya, Ia telah dicari-cari oleh Raja Herodes untuk dibunuh. Coba kita lihat juga kisah Ayub, Ayub juga menghadapi masalah yang begitu berat dalam hidupnya. Namun, masalah yang alami tak membuatnya berpaling dari Tuhan. Daud juga mempunyai masalah saat ia dikejar-kejar oleh musuh-musuhnya. Namun, Tuhan selalu meluputkan Daud dari masalah tersebut.
Persepsi setiap orang dalam memaknai masalah berbeda-beda. Ada orang yang menganggap bahwa masalah sebagai suatu beban yang sangat berat, ada juga yang menganggap bahwa masalah sebagai proses pembelajaran, sesuatu yang harus dihadapi dan diselesaikan. Bahkan hanya karena suatu masalah dapat menjadikan seseorang cenderung menyalahkan Tuhan. Kita harus ingat bahwa Tuhan tidak pernah merancangkan pencobaan bagi kita. Masalah ada seringkali justru dari diri kita sendiri. (Yakobus 1:13-14).
Bagaimana cara kita menyelesaikan masalah? Apakah kita menyelesaikan denga kekuatan sendiri?, atau memohon bantuan orang lain, atau kita datang dan berserah kepada Tuhan?. Cara yang paling tepat adalah kita datang pada Tuhan. Kita meminta hikmat dari Tuhan dan memohon kekuatan dari Tuhan (Yesaya 50:14). Masalah akan membuat kita bertekun mencari Tuhan.
Masalah dapat membawa kita kepada pertobatan. Tidak seharusnya kita mengandalkan diri kita sendiri dalam menghadapi masalah. Melalui masalah kita juga bisa bersaksi akan kebesaran kuasa Tuhan dalam hidup kita. Melaui masalah, pekerjaan Tuhan juga dapat dinyatakan dalam setiap aspek kehidupan kita. Melalui masalah kita juga bisa memperoleh pengenalan pribadi kepada Tuhan. Hubungan kita dengan Tuhan akan semakin intim melalui masalah yang ada.
Ada banyak hal positif yang bisa kita ambil dari masalah yang terjadi. Kita bisa menjadi pribadi yang lebih dekat dengan Tuhan, menjadi lebih dewasa, membuka pola pikir kita, menjadi orang yang tidak mudah menyerah, menambah wawasan kita, bahkan menjadi pribadi yang lebih sabar. (Yakobus 1:2-4).
Ada beberapa langkah dalam menghadapi masalah, sehingga kita menjadi buah yang matang dan sempurna. Yang pertama adalah jangan menjauh dari Tuhan (Ibrani 10:25); Kedua, melangkah dengan iman; ketiga, nikmati dan jalani setiap prosesnya dengan penuh ucapan syukur. (1 Korintus 10:13).
Tuhan Yesus Memberkati. ❤❤❤
Sejarah Yahudi (Ilusi Agung)
Bangsa Yahudi tidak melalui Zaman Batu, Zaman Perunggu, dan Zaman Besi. Selama 800 tahun pertama dari eksistensinya, Bangsa Yahudi keluar masuk peradaban besar yang melingkunginya. Bangsa Yahudi tidak memiliki gedung-gedung, kota-kota, tentara, dan persenjataan. Mereka hanya membawa gagasan untuk menaklukkan dunia tanpa membuat mereka menjadi para penguasa.
Sejarah Yahudi dimulai sejak masa 4.000 tahun lalu, ketika Ibrahim mengalami pertemuan dengan Tuhan, yang diperkenalkan kepadanya sebagai Jehovah. Maka, dialog antara Yahudi dan Tuhan pun dimulai. Dari dialog yang berkesinambungan itulah, sejarah Bangsa Yahudi dengan bangsa-bangsa lain di dunia menjadi "para pendengar rahasia" penting.
Tanda-tanda pertama peradaban, dengan seluruh gejala klasiknya agrikuktur, kota-kota, kalender, perbaikan persenjataan, pasukan perang, dan pajak mulai muncul sekitar 4.500 SM. Sejarah sudah melahirkan dua peradaban besar di masa yang sama, keduanya sama-sama Semitis, satu di bagian timur laut Palestina, dan lainnya di bagian barat daya Palestina. Butuh waktu 2.500 tahun sebelum dua peradaban ini, yaitu Mesopotamia dan Mesir saling mengetahui satu sama lain. Setelahnya, peperangan pun berlangsung, dan Palestina harus bayar harga karena menjadi buffer state.
Peradaban Mesopotamia saat ini bagian dari Irak, dimulai dengan negara kota (city states). Tertua dan terkemuka adalah Susa, Kish, dan Ur. Di tempat inilah kekaisaran-kekaisaran pertama terbentuk. Sesungguhnya, letak mereka akan lebih mudah divisualisasikan apabila kita menarik sebuah garis lurus dari timur ke barat melalui tengah-tengah Mesopotamia. Bagian utara adalah Assyria dan bagian timur adalah Babylonia. Sekarang mari kita bayangkan, Babylonia juga terbagi menjadi dua bagian. Bagian atas dulunya adalah Kerajaan Akkad dan bagian bawah adalah Kerajaan Sumeria, dua peradaban kekaisaran yang pertama.
Pada millenium ketiga SM, telah muncul di Akkad seorang Raja Semitis yang masyhur yakni Sargon I yang menaklukkan Sumeria dan membentuk Kerajaan Semerian-Akkadian. Rakyat di kerajaan tersebut mempunyai standar hidup yang tinggi dan kebudayaan yang sangat berkembang. Mereka juga sudah mempunyai peralatan sangat kuat yang mengubah dan membentuk peradaban Asiatik dari ekonomi agrikultur ke ekonomi komersial dan industri. Peralatan- peralatan tersebut merupakan tulisan kuno yang berbentuk baji (dari kata Latin curneu, yang berarti baji atau kapak untuk membelah kayu, yang mendeskripsikan bentuk karakter), hieroglyphics baru, dan tulisan Mesir Kuno.
Seorang raja sekaligus pencetus undang-undang yakni, Hammurabi yang pada sekitar tahun 2.100 SM menyatukan seluruh negara kota ke dalam satu Kekaisaran Babylonia yang luas. Hammurabi merupakan Musa dari Babylonia, yang memberi merekan kitab undang-undang hadiah dari surga, layaknya Musa yang sudah memberikan kitab hukumnya kepada Bangsa Israel di Gunung Sinai 1.000 tahun kemudian.
Sepanjang 2.500 SM, sementara orang-orang di dalam peradaban Babylonia membangun kota-kota, mereka juga memperkaya diri dengan harta rampasan perang, mempunyai gundik, menulis undang-undang, minum anggur, dan bermimpi menjadi penakluk dunia, Bangsa Yahudi tidak ada (non-existent). Kemudian, sekitar tahun 2.000 SM, ketika suku bangsa Semitik baru dan gelisah, yaitu Bangsa Assyria, menjadi kurus dan lapar, mulai melakukan pertentangan terhadap kehidupan bangsa Babylonia yang lemah dan kaya. Terah membawa Ibrahim (anak laki-lakinya), Sarah (istri Ibrahim), dan cucunya atau kemenakan Ibrahim yakni Lut beremigrasi dari kota kosmopolitan Ur di Babylonia.
Siapakah Terah, Ibrahim, Sarah, dan Lut? Sejarah tidak mengetahui dan Bibel tidak mengidentifikasi mereka kecuali hanya jejak geneologi Terah hingga Sam (salah seorang di antara tiga anak laki-laki Nuh). Apakah Terah adalah seorang Babylonia? Bahasa apa yang digunakannya? Apa pekerjaannya? Pastinya ia bukan seorang penggembala kambing yang hidup di antara salah satu kota paling berpengalaman di dalam hal ihwal duniawi pada zaman tersebut.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dibiarkan tak terjawab oleh Bibel. Namun, dengan tindakannya menyeberang Sungai Eufrat, Terah dan keluarganya menjadi orang pertama yang diidentifikasikan di dalam Bibel sebagai Ivriim, dari versi Bahasa Inggris "Hebrew", yakni orang-orang "yang menyeberang" atau "dari seberang sungai".
Pengembaraan Terah dan kelompok kecilnya menempuh 600 mil dari Ur ke tanah Haran bagian selatan (saat ini masuk wilayah Turki). Di tempat ini, Terah yang sudah meninggalkan Ur tanpa ada desakan dari seorang pun, meniggal dunia. Di tempat ini juga, Ibrahim mendapatkan suatu pengalaman ganjil, yakni bertemu dengan The Lord God, Tuhan Raja Jehovah untuk pertama kalinya. Pertemuan tersebut komparabel dengan pertemuan terkenal antara Paul dengan penampakan Kristus di jalanan menuju Damaskus. Pengalaman Ibrahim tersebut adalah pertanda untuk orang-orang Yahudi, seperti pengalaman Paul yang adalah pertanda bagi orang-orang Kristen.
Pada pertemuan antara Ibrahim dengan Tuhan, Tuhanlah yang mengajukan suatu perjanjian dengan kepala keluarga (patriarch), yang berumur 75 tahun tersebut. Apabila Ibrahim mengikuti perintah Tuhan, maka Tuhan akan menjadikan keturunan Ibrahim sebagai bangsa pilihan Tuhan. Perlu dicatat, Tuhan tidak mengatakan bahwa mereka akan menjadi lebih baik. Tuhan menyatakan bahwa mereka akan ada (exist) sebagai suatu entitas yang jelas, serta menjadi umat Tuhan. Bagaimana hal tersebut dihasilkan, tidaklah dijelaskan.
Pada waktu itu, Tuhan hanya menetapkan satu perintah dan satu janji. Perintah-Nya adalah bahwa seluruh laki-laki Bangsa Pilihan-Nya haruslah disunat pada hari kedelapan setelah ia dilahirkan. Atau, apabila mereka melakukan konversi dari keyakinannya terdahulu ke dalam keimanan ini, maka ia haruslah disunat pada saat itu. Peristiwa perjanjian itu terjadi di Tanah Kanaan.
Apakah pertemuan dan peejanjian antara Ibrahim dengan Tuhan benar-benar terjadi? Kaum fundamentalis menerima secara harafiah setiap kata pada perjanjian tersebut. Sementara, kaum skeptis justru menolaknya. Kita katakan bahwa pertemuan tersebut telah terjadi, tetapi dengan suatu cara yang sedikit berbeda. Apabila kita memandang pertemuan tersebut melalui lensa psikoanalisis, hal itu mungkin terjadi menjadi, tetapi tentu dengan terminologi modern.
Para ahli psikiatri akrab dengan suatu fenomena psikologis yang dikenal dengan istilah proyeksi. Apabila individu terobsesi pada suatu gagasan yang menyakitkan atau dilarang, maka ia tidak ingin mengakui sebagai miliknya. Di sisi lain, ia tidak dapat menyingkirkannya. Ia menginginkan gagasan tersebut, tetapi tidak mau menjadi pemiliknya. Ia merindukannya ketika dalan keadaan tak sadar, tetapi menolaknya ketika dalam keadaan sadar.
Maka dari itu, pikiran orang tersebut mengambil jalan dengan suatu "muslihat" bawah sadar. Ia "memproyeksikan" gagasan tersebut atas orang lain, kemudian meyakinkan dirinya bahwa itu merupakan oknum lain yang sudah menganjurkan atau menyalahkannya atas hal tersebut. Metode mendengar (hearing) atau merasa (perceiving), sebagaimana pesan yang diproyeksikan tersebut, dikenal sebagai halusinasi auditori dan halusinasi visual, yaitu mendengar suara atau melihat hal-hal yang tidak ada.
Orang-orang yang mempunyai halusinasi seperti itu, tidak perlu neuritis atau psikotis. Mereka dapat menjadi orang-orang hebat dan bersemangat. Maka dari itu, dari sudut pandang psikoanalisis, bisa jadi Ibrahim telah membayangkan gagasan atas suatu perjanjian dengan satu sosok Bapa yang Maha Kuasa yang direpresentasikan sebagai Jehovah dan diproyeksikan sebagai sosok ayah yang diharapkan dapat melindungi anak-anak dan cucu-cucunya pada masa yang akan datang.
Dari sudut pandang historis, tidaklah berbeda bahwa Ibrahim sudah memproyeksikan pengalaman tersebut atas seorang Jehovah secara imajiner atau bahwa Jehovah yang mengajukan hal tersebut kepada Ibrahim secara nyata. Pada kenyataannya, gagasan terkait suatu perjanjian antara Jehovah dengan orang-orang Yahudi telah berusia 4.000 tahun dan hal tersebut disebut setiap hari dalam doa sinagoge seluruh dunia. Meskipun banyak aspek Bangsa Yahudi dan Judaisme sudah mengalami perubahan dan modifikasi selama 4.000 tahun, gagasan mengenai suatu perjanjian dengan Tuhan ini tetap tidak berubah.
Kenyataan tersebut, telah menimbulkan suatu kemauan untuk bertahan hidup sebagai bangsa Yahudi yang sudah menjadi kekuatan penggerak di dalam Judaisme. Tanpa itu, tidak akan ada Judaisme dan Bangsa Yahudi. Jika konsep tersebut lenyap saat orang-orang Yahudi, karena kurangnya dorongan dari dalam diri mereka, tidak lagi menghendaki untuk memelihara identitasnya sebagai Bangsa Yahudi, maka tak akan ada penghalang antara mereka dengan hasil asimilasi dan antara mereka dengan kehilangannya yang terakhir.
Metode-metode yang digunakan untuk mengabadikan harapan tersebut sudah mengalami perubahan sepanjang abad, tetapi tujuannya tidak. Sejarah Yahudi adalah suatu rangkaian gagasan yang dirancang untuk mengabadikan tujuan tersebut. Di dalam Kitab Bilangan, seorang Pendeta Pagan berseru dengan sukacita: "Betapa berlimpah tenda perkemahanmu, wahai Yakub, dan tempat tinggalmu, wahai Israel."
Setiap penyair bebas dalam mendedikasikan gambarannya mengenai keturunan orang-orang yang hidup mengembara (nomadic) tidak untuk seni dan kebudayaan. Selama 400 tahun, Ibrahim dan keturunannya menyebar di mana-mana sebagai pengembara di Tanah Kanaan, tanpa suatu negara tetap dan bentuk pemerintahan yang stabil. Mereka menjalankan ritus tentang khitan. Meskipun mereka terkadang dihargai oleh para tetangga mereka, mereka telah sama-sama seringkali dipandang sebagai suatu bangsa yang sangat aneh, bahkan agak gila, karena menyembah satu Tuhan yang tidak tampak.
Sepuluh Perintah Tuhan (Decalogue), dengan larangannya terhadap menyembah tuhan selain Tuhannya Musa, tidak berlaku hingga 400 tahun setelah periode pengembaraan tersebut. Kitab Kejadian pun penuh dengan berbagai permisalan mengenai berhala sebagai bagian dari barang-barang rumah tangga. Terdapat tiga hal yang menjaga orang-orang Yahudi sepanjang empat abad pertama eksistensinya. Gagasan yang sudah dibayangkan oleh Ibrahim, yakni bahwa orang-orang Yahudi sudah memiliki satu Tuhan yang eksklusif; ritus khitan; dan larangan terhadap kurban manusia, seperti yang diceritakan di dalam kisah pengikatan Ishak
Sekali bangsa Yahudi sudah menerima gagasan mengenai monoteisme (ajaran bahwa hanya ada satu Tuhan), mereka sudah mulai berperilaku dengan satu cara khusus tanpa sadar mengetahui bahwa mereka sudah melakukannya begitu. Perubahan dalam perilaku tersebut awalnya tak terasa, tetapi semakin nampak untuk selamanya, karena mereka menempatkan diri makin jauh terpisah dari yang lainnya.
Orang harus memperlakukan satu Tuhan yang tidak tampak secara berbeda daripada tuhan yang tampak. Orang-orang Yahudi mengembangkan suatu ritual yang secara jelas berbeda dari yang dilakukan oleh Bangsa Pagan. Sebab Jehovah adalah abadi dan tidak pernah mati. Oleh karena Dia tidak pernah mati, Dia tidak pernah harus dihidupkan kembali. Maka dengan demikian, Bangsa Yahudi membuang ritus Kebangkitan Kembali dari Bangsa Pagan. Oleh karena hanya ada satu Tuhan, maka tidak ada perang mitologis antara tuhan-tuhan. Oleh karena itu, Bangsa Yahudi membuang seluruh hirarki tuhan-tuhan Bangsa Pagan dan perang di antara tuhan-tuhan tersebut.
Jehovah dimotivasi oleh spiritualitas, tak pernah absen di dalam kehidupan seks. Bangsa Yahudi menjauhi semua ritus yang berkaitan dengan kesuburan (fertilitas). Contoh yang ditetapkan oleh Jehovah, yakni penarikan diri sama sekali dari seksualitas, membawa orang-orang Yahudi kepada suatu pengekangan terhadap dorongan tak bermoral melalui suatu disiplin diri, bukan melalui rasa takut terhadap hukum.
Bandingkan dengan jalan seksualitas yang berlaku di dalam kehidupan bangsa Yahudi dengan jalan yang diambil di dalam peradaban Yunani. Dewa-dewa Yunani menetapkan suatu pola mengenai nafsu bebas dan perbuatan yang tidak wajar yang pada akhirnya melemahkan moral bangsa tersebut. Sebaliknya, bangsa Yahudi bahkan ketika mereka kemudian mengadakan kontak dengan Bangsa Yunani, mereka menolak untuk menurutkan diri dalam aktivitas seksual oramg-orang Yunani yang berlebihan.
Orang-orang Yahudi juga menghindari jalan pemantangan nafsu seksual secara total yang belakangan dilakukan oleh Gereja Kristen awal. Mereka mengendalikan pembatasan dan juga aktivitas seksual secara berlebihan, serta mengikuti perintah Tuhan yakni untuk memiliki banyak anak. Maka dengan semangat mereka mengikuti perintah tersebut secara harafiah, maka dapat dipahami bahwa mereka sedikit melakukan kesalahan pada sisi liberalitas. Banyak gundik Pagan yang tersembunyi sebagai seorang "pelayan wanita" tinggal di dalam tenda-tenda para keluarga sehat dan kuat yang "memperanakkan" keturunan di dalam keadaan berlimpah pada satu abad, yakni ketika orang modern tinggal tenang berkumpul dalam keamanan sosialnya.
Kehidupan kaum pengembara yang seluruhnya patuh terhadap para patriarch sesuai dengan Bibel hidup lebih dari 100 tahun. Pada waktu Ibrahim mempunyai anak Ishak, dan Ishak mempunyai anak Yakub, dan Yakub mempunyai 12 putra termasuk Yusuf, 400 tahun sejarah Yahudi telah berlalu. Kemudian, bencana kelaparan menyapu tanah timur laut Mesir dan orang- orang yang kelaparan dari berbagai negeri, termasuk orang-orang Hebrew berbondong-bondong menuju delta Nil yang subur.
Di bawah kepemimpinan Yusuf, orang-orang Hebrew yabg diserang bencana kelaparan bermigrasi dari Kanaan ke Mesir. Kitab Kejadian menyampaikan kepada kita suatu kisah yang sangat menarik tentang dijualnya Yusuf oleh saudara-saudaranya sebagai budak di Mesir. Di Mesir, Yusuf yang disukai oleh Raja Firaun diangkat menjadi raja muda, dan atas izin Raja Firaun ia mengundang saudara-saudaranya beserta anggota masyarakat Hebrew untuk tinggal di Mesir.
Di Mesir, orang-orang Yahudi saling merawat dengan penuh kedamaian hingga seorang Firaun baru naik takhta. Ia tidak terlalu ramah dan bahkan memperbudak mereka. Kecuali di Bibel, tak ada sumber yang menyebut secara khusus persinggahan dan tawanan Yahudi di Mesir. Namun, para ahli arkeologi secara tidak sengaja menemukan bukti yang meyakinkan bahwa peristiwa ini benar-benar terjadi. Dari migrasi Bangsa Yahudi ke Mesir oleh Yusuf pada abad ke-16 SM hingga migrasinya Bangsa Yahudi dari Mesir di bawah pimpinan Musa pada abad ke-12 SM itu merupakan suatu kebisuan sejarah selama 400 tahun. Bibel meringkas empat abad yang sangat penting itu ke dalam beberapa kalimat saja. Kebisuan inilah yang kemudian menimbulkan berbagai pertanyaan yang membingungkan.
Ada berapa bagian dari periode ini orang-orang Yahudi di Mesir hidup di dalam kemerdekaam? Ada berapa bagian di dalamnya mereka hidup dalam perbudakan? Apa agama yang mereka anut? Apa bahasa yang mereka gunakan? Apa ada perkawinan silang? Bagaimana mereka mempertahankan Judaisme meskipun dalam keadaan mereka dijadikan budak? Siapa pemimpin mereka hingga datangnya Musa? Tak ada yang tahu
Tak semua orang Yahudi meninggalkan Kanaan menuju Mesir bersama Yusuf. Banyak di antara mereka yang masih tinggal di Kanaan dalam keadaan kelaparan dan teguh mempertahankan perjanjian mereka dengan Tuhan. Sisa-sisa orang Yahudi inilah yang dikenal sebagai orang-oranf Hebrew tetap orang-orang yang bebas. Sementara, saudara-saudara mereka telah diperbudak di Mesir. Apakah perbudakan orang-orang Yahudi di Mesir merupakan bukti nubuat yang dibuat oleh Jehovah kepada Ibrahim empat abad yang lalu? Ditulis dalam Kitab Kejadian:
"Ketauhilah, sesungguhnya keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri yang bukan kepunyaan mereka, dan mereka akan diperbudak serta dianiaya empat ratus tahun lamanya. Tetapi, bangsa yang akan memperbudak mereka akan Ku-hukum, dan sesudah itu mereka akan keluar dengan membawa harta-benda yang banyak."
(Kejadian 15:13-14).
Sejarah Yahudi dimulai sejak masa 4.000 tahun lalu, ketika Ibrahim mengalami pertemuan dengan Tuhan, yang diperkenalkan kepadanya sebagai Jehovah. Maka, dialog antara Yahudi dan Tuhan pun dimulai. Dari dialog yang berkesinambungan itulah, sejarah Bangsa Yahudi dengan bangsa-bangsa lain di dunia menjadi "para pendengar rahasia" penting.
Tanda-tanda pertama peradaban, dengan seluruh gejala klasiknya agrikuktur, kota-kota, kalender, perbaikan persenjataan, pasukan perang, dan pajak mulai muncul sekitar 4.500 SM. Sejarah sudah melahirkan dua peradaban besar di masa yang sama, keduanya sama-sama Semitis, satu di bagian timur laut Palestina, dan lainnya di bagian barat daya Palestina. Butuh waktu 2.500 tahun sebelum dua peradaban ini, yaitu Mesopotamia dan Mesir saling mengetahui satu sama lain. Setelahnya, peperangan pun berlangsung, dan Palestina harus bayar harga karena menjadi buffer state.
Peradaban Mesopotamia saat ini bagian dari Irak, dimulai dengan negara kota (city states). Tertua dan terkemuka adalah Susa, Kish, dan Ur. Di tempat inilah kekaisaran-kekaisaran pertama terbentuk. Sesungguhnya, letak mereka akan lebih mudah divisualisasikan apabila kita menarik sebuah garis lurus dari timur ke barat melalui tengah-tengah Mesopotamia. Bagian utara adalah Assyria dan bagian timur adalah Babylonia. Sekarang mari kita bayangkan, Babylonia juga terbagi menjadi dua bagian. Bagian atas dulunya adalah Kerajaan Akkad dan bagian bawah adalah Kerajaan Sumeria, dua peradaban kekaisaran yang pertama.
Pada millenium ketiga SM, telah muncul di Akkad seorang Raja Semitis yang masyhur yakni Sargon I yang menaklukkan Sumeria dan membentuk Kerajaan Semerian-Akkadian. Rakyat di kerajaan tersebut mempunyai standar hidup yang tinggi dan kebudayaan yang sangat berkembang. Mereka juga sudah mempunyai peralatan sangat kuat yang mengubah dan membentuk peradaban Asiatik dari ekonomi agrikultur ke ekonomi komersial dan industri. Peralatan- peralatan tersebut merupakan tulisan kuno yang berbentuk baji (dari kata Latin curneu, yang berarti baji atau kapak untuk membelah kayu, yang mendeskripsikan bentuk karakter), hieroglyphics baru, dan tulisan Mesir Kuno.
Seorang raja sekaligus pencetus undang-undang yakni, Hammurabi yang pada sekitar tahun 2.100 SM menyatukan seluruh negara kota ke dalam satu Kekaisaran Babylonia yang luas. Hammurabi merupakan Musa dari Babylonia, yang memberi merekan kitab undang-undang hadiah dari surga, layaknya Musa yang sudah memberikan kitab hukumnya kepada Bangsa Israel di Gunung Sinai 1.000 tahun kemudian.
Sepanjang 2.500 SM, sementara orang-orang di dalam peradaban Babylonia membangun kota-kota, mereka juga memperkaya diri dengan harta rampasan perang, mempunyai gundik, menulis undang-undang, minum anggur, dan bermimpi menjadi penakluk dunia, Bangsa Yahudi tidak ada (non-existent). Kemudian, sekitar tahun 2.000 SM, ketika suku bangsa Semitik baru dan gelisah, yaitu Bangsa Assyria, menjadi kurus dan lapar, mulai melakukan pertentangan terhadap kehidupan bangsa Babylonia yang lemah dan kaya. Terah membawa Ibrahim (anak laki-lakinya), Sarah (istri Ibrahim), dan cucunya atau kemenakan Ibrahim yakni Lut beremigrasi dari kota kosmopolitan Ur di Babylonia.
Siapakah Terah, Ibrahim, Sarah, dan Lut? Sejarah tidak mengetahui dan Bibel tidak mengidentifikasi mereka kecuali hanya jejak geneologi Terah hingga Sam (salah seorang di antara tiga anak laki-laki Nuh). Apakah Terah adalah seorang Babylonia? Bahasa apa yang digunakannya? Apa pekerjaannya? Pastinya ia bukan seorang penggembala kambing yang hidup di antara salah satu kota paling berpengalaman di dalam hal ihwal duniawi pada zaman tersebut.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dibiarkan tak terjawab oleh Bibel. Namun, dengan tindakannya menyeberang Sungai Eufrat, Terah dan keluarganya menjadi orang pertama yang diidentifikasikan di dalam Bibel sebagai Ivriim, dari versi Bahasa Inggris "Hebrew", yakni orang-orang "yang menyeberang" atau "dari seberang sungai".
Pengembaraan Terah dan kelompok kecilnya menempuh 600 mil dari Ur ke tanah Haran bagian selatan (saat ini masuk wilayah Turki). Di tempat ini, Terah yang sudah meninggalkan Ur tanpa ada desakan dari seorang pun, meniggal dunia. Di tempat ini juga, Ibrahim mendapatkan suatu pengalaman ganjil, yakni bertemu dengan The Lord God, Tuhan Raja Jehovah untuk pertama kalinya. Pertemuan tersebut komparabel dengan pertemuan terkenal antara Paul dengan penampakan Kristus di jalanan menuju Damaskus. Pengalaman Ibrahim tersebut adalah pertanda untuk orang-orang Yahudi, seperti pengalaman Paul yang adalah pertanda bagi orang-orang Kristen.
Pada pertemuan antara Ibrahim dengan Tuhan, Tuhanlah yang mengajukan suatu perjanjian dengan kepala keluarga (patriarch), yang berumur 75 tahun tersebut. Apabila Ibrahim mengikuti perintah Tuhan, maka Tuhan akan menjadikan keturunan Ibrahim sebagai bangsa pilihan Tuhan. Perlu dicatat, Tuhan tidak mengatakan bahwa mereka akan menjadi lebih baik. Tuhan menyatakan bahwa mereka akan ada (exist) sebagai suatu entitas yang jelas, serta menjadi umat Tuhan. Bagaimana hal tersebut dihasilkan, tidaklah dijelaskan.
Pada waktu itu, Tuhan hanya menetapkan satu perintah dan satu janji. Perintah-Nya adalah bahwa seluruh laki-laki Bangsa Pilihan-Nya haruslah disunat pada hari kedelapan setelah ia dilahirkan. Atau, apabila mereka melakukan konversi dari keyakinannya terdahulu ke dalam keimanan ini, maka ia haruslah disunat pada saat itu. Peristiwa perjanjian itu terjadi di Tanah Kanaan.
Apakah pertemuan dan peejanjian antara Ibrahim dengan Tuhan benar-benar terjadi? Kaum fundamentalis menerima secara harafiah setiap kata pada perjanjian tersebut. Sementara, kaum skeptis justru menolaknya. Kita katakan bahwa pertemuan tersebut telah terjadi, tetapi dengan suatu cara yang sedikit berbeda. Apabila kita memandang pertemuan tersebut melalui lensa psikoanalisis, hal itu mungkin terjadi menjadi, tetapi tentu dengan terminologi modern.
Para ahli psikiatri akrab dengan suatu fenomena psikologis yang dikenal dengan istilah proyeksi. Apabila individu terobsesi pada suatu gagasan yang menyakitkan atau dilarang, maka ia tidak ingin mengakui sebagai miliknya. Di sisi lain, ia tidak dapat menyingkirkannya. Ia menginginkan gagasan tersebut, tetapi tidak mau menjadi pemiliknya. Ia merindukannya ketika dalan keadaan tak sadar, tetapi menolaknya ketika dalam keadaan sadar.
Maka dari itu, pikiran orang tersebut mengambil jalan dengan suatu "muslihat" bawah sadar. Ia "memproyeksikan" gagasan tersebut atas orang lain, kemudian meyakinkan dirinya bahwa itu merupakan oknum lain yang sudah menganjurkan atau menyalahkannya atas hal tersebut. Metode mendengar (hearing) atau merasa (perceiving), sebagaimana pesan yang diproyeksikan tersebut, dikenal sebagai halusinasi auditori dan halusinasi visual, yaitu mendengar suara atau melihat hal-hal yang tidak ada.
Orang-orang yang mempunyai halusinasi seperti itu, tidak perlu neuritis atau psikotis. Mereka dapat menjadi orang-orang hebat dan bersemangat. Maka dari itu, dari sudut pandang psikoanalisis, bisa jadi Ibrahim telah membayangkan gagasan atas suatu perjanjian dengan satu sosok Bapa yang Maha Kuasa yang direpresentasikan sebagai Jehovah dan diproyeksikan sebagai sosok ayah yang diharapkan dapat melindungi anak-anak dan cucu-cucunya pada masa yang akan datang.
Dari sudut pandang historis, tidaklah berbeda bahwa Ibrahim sudah memproyeksikan pengalaman tersebut atas seorang Jehovah secara imajiner atau bahwa Jehovah yang mengajukan hal tersebut kepada Ibrahim secara nyata. Pada kenyataannya, gagasan terkait suatu perjanjian antara Jehovah dengan orang-orang Yahudi telah berusia 4.000 tahun dan hal tersebut disebut setiap hari dalam doa sinagoge seluruh dunia. Meskipun banyak aspek Bangsa Yahudi dan Judaisme sudah mengalami perubahan dan modifikasi selama 4.000 tahun, gagasan mengenai suatu perjanjian dengan Tuhan ini tetap tidak berubah.
Kenyataan tersebut, telah menimbulkan suatu kemauan untuk bertahan hidup sebagai bangsa Yahudi yang sudah menjadi kekuatan penggerak di dalam Judaisme. Tanpa itu, tidak akan ada Judaisme dan Bangsa Yahudi. Jika konsep tersebut lenyap saat orang-orang Yahudi, karena kurangnya dorongan dari dalam diri mereka, tidak lagi menghendaki untuk memelihara identitasnya sebagai Bangsa Yahudi, maka tak akan ada penghalang antara mereka dengan hasil asimilasi dan antara mereka dengan kehilangannya yang terakhir.
Metode-metode yang digunakan untuk mengabadikan harapan tersebut sudah mengalami perubahan sepanjang abad, tetapi tujuannya tidak. Sejarah Yahudi adalah suatu rangkaian gagasan yang dirancang untuk mengabadikan tujuan tersebut. Di dalam Kitab Bilangan, seorang Pendeta Pagan berseru dengan sukacita: "Betapa berlimpah tenda perkemahanmu, wahai Yakub, dan tempat tinggalmu, wahai Israel."
Setiap penyair bebas dalam mendedikasikan gambarannya mengenai keturunan orang-orang yang hidup mengembara (nomadic) tidak untuk seni dan kebudayaan. Selama 400 tahun, Ibrahim dan keturunannya menyebar di mana-mana sebagai pengembara di Tanah Kanaan, tanpa suatu negara tetap dan bentuk pemerintahan yang stabil. Mereka menjalankan ritus tentang khitan. Meskipun mereka terkadang dihargai oleh para tetangga mereka, mereka telah sama-sama seringkali dipandang sebagai suatu bangsa yang sangat aneh, bahkan agak gila, karena menyembah satu Tuhan yang tidak tampak.
Sepuluh Perintah Tuhan (Decalogue), dengan larangannya terhadap menyembah tuhan selain Tuhannya Musa, tidak berlaku hingga 400 tahun setelah periode pengembaraan tersebut. Kitab Kejadian pun penuh dengan berbagai permisalan mengenai berhala sebagai bagian dari barang-barang rumah tangga. Terdapat tiga hal yang menjaga orang-orang Yahudi sepanjang empat abad pertama eksistensinya. Gagasan yang sudah dibayangkan oleh Ibrahim, yakni bahwa orang-orang Yahudi sudah memiliki satu Tuhan yang eksklusif; ritus khitan; dan larangan terhadap kurban manusia, seperti yang diceritakan di dalam kisah pengikatan Ishak
Sekali bangsa Yahudi sudah menerima gagasan mengenai monoteisme (ajaran bahwa hanya ada satu Tuhan), mereka sudah mulai berperilaku dengan satu cara khusus tanpa sadar mengetahui bahwa mereka sudah melakukannya begitu. Perubahan dalam perilaku tersebut awalnya tak terasa, tetapi semakin nampak untuk selamanya, karena mereka menempatkan diri makin jauh terpisah dari yang lainnya.
Orang harus memperlakukan satu Tuhan yang tidak tampak secara berbeda daripada tuhan yang tampak. Orang-orang Yahudi mengembangkan suatu ritual yang secara jelas berbeda dari yang dilakukan oleh Bangsa Pagan. Sebab Jehovah adalah abadi dan tidak pernah mati. Oleh karena Dia tidak pernah mati, Dia tidak pernah harus dihidupkan kembali. Maka dengan demikian, Bangsa Yahudi membuang ritus Kebangkitan Kembali dari Bangsa Pagan. Oleh karena hanya ada satu Tuhan, maka tidak ada perang mitologis antara tuhan-tuhan. Oleh karena itu, Bangsa Yahudi membuang seluruh hirarki tuhan-tuhan Bangsa Pagan dan perang di antara tuhan-tuhan tersebut.
Jehovah dimotivasi oleh spiritualitas, tak pernah absen di dalam kehidupan seks. Bangsa Yahudi menjauhi semua ritus yang berkaitan dengan kesuburan (fertilitas). Contoh yang ditetapkan oleh Jehovah, yakni penarikan diri sama sekali dari seksualitas, membawa orang-orang Yahudi kepada suatu pengekangan terhadap dorongan tak bermoral melalui suatu disiplin diri, bukan melalui rasa takut terhadap hukum.
Bandingkan dengan jalan seksualitas yang berlaku di dalam kehidupan bangsa Yahudi dengan jalan yang diambil di dalam peradaban Yunani. Dewa-dewa Yunani menetapkan suatu pola mengenai nafsu bebas dan perbuatan yang tidak wajar yang pada akhirnya melemahkan moral bangsa tersebut. Sebaliknya, bangsa Yahudi bahkan ketika mereka kemudian mengadakan kontak dengan Bangsa Yunani, mereka menolak untuk menurutkan diri dalam aktivitas seksual oramg-orang Yunani yang berlebihan.
Orang-orang Yahudi juga menghindari jalan pemantangan nafsu seksual secara total yang belakangan dilakukan oleh Gereja Kristen awal. Mereka mengendalikan pembatasan dan juga aktivitas seksual secara berlebihan, serta mengikuti perintah Tuhan yakni untuk memiliki banyak anak. Maka dengan semangat mereka mengikuti perintah tersebut secara harafiah, maka dapat dipahami bahwa mereka sedikit melakukan kesalahan pada sisi liberalitas. Banyak gundik Pagan yang tersembunyi sebagai seorang "pelayan wanita" tinggal di dalam tenda-tenda para keluarga sehat dan kuat yang "memperanakkan" keturunan di dalam keadaan berlimpah pada satu abad, yakni ketika orang modern tinggal tenang berkumpul dalam keamanan sosialnya.
Kehidupan kaum pengembara yang seluruhnya patuh terhadap para patriarch sesuai dengan Bibel hidup lebih dari 100 tahun. Pada waktu Ibrahim mempunyai anak Ishak, dan Ishak mempunyai anak Yakub, dan Yakub mempunyai 12 putra termasuk Yusuf, 400 tahun sejarah Yahudi telah berlalu. Kemudian, bencana kelaparan menyapu tanah timur laut Mesir dan orang- orang yang kelaparan dari berbagai negeri, termasuk orang-orang Hebrew berbondong-bondong menuju delta Nil yang subur.
Di bawah kepemimpinan Yusuf, orang-orang Hebrew yabg diserang bencana kelaparan bermigrasi dari Kanaan ke Mesir. Kitab Kejadian menyampaikan kepada kita suatu kisah yang sangat menarik tentang dijualnya Yusuf oleh saudara-saudaranya sebagai budak di Mesir. Di Mesir, Yusuf yang disukai oleh Raja Firaun diangkat menjadi raja muda, dan atas izin Raja Firaun ia mengundang saudara-saudaranya beserta anggota masyarakat Hebrew untuk tinggal di Mesir.
Di Mesir, orang-orang Yahudi saling merawat dengan penuh kedamaian hingga seorang Firaun baru naik takhta. Ia tidak terlalu ramah dan bahkan memperbudak mereka. Kecuali di Bibel, tak ada sumber yang menyebut secara khusus persinggahan dan tawanan Yahudi di Mesir. Namun, para ahli arkeologi secara tidak sengaja menemukan bukti yang meyakinkan bahwa peristiwa ini benar-benar terjadi. Dari migrasi Bangsa Yahudi ke Mesir oleh Yusuf pada abad ke-16 SM hingga migrasinya Bangsa Yahudi dari Mesir di bawah pimpinan Musa pada abad ke-12 SM itu merupakan suatu kebisuan sejarah selama 400 tahun. Bibel meringkas empat abad yang sangat penting itu ke dalam beberapa kalimat saja. Kebisuan inilah yang kemudian menimbulkan berbagai pertanyaan yang membingungkan.
Ada berapa bagian dari periode ini orang-orang Yahudi di Mesir hidup di dalam kemerdekaam? Ada berapa bagian di dalamnya mereka hidup dalam perbudakan? Apa agama yang mereka anut? Apa bahasa yang mereka gunakan? Apa ada perkawinan silang? Bagaimana mereka mempertahankan Judaisme meskipun dalam keadaan mereka dijadikan budak? Siapa pemimpin mereka hingga datangnya Musa? Tak ada yang tahu
Tak semua orang Yahudi meninggalkan Kanaan menuju Mesir bersama Yusuf. Banyak di antara mereka yang masih tinggal di Kanaan dalam keadaan kelaparan dan teguh mempertahankan perjanjian mereka dengan Tuhan. Sisa-sisa orang Yahudi inilah yang dikenal sebagai orang-oranf Hebrew tetap orang-orang yang bebas. Sementara, saudara-saudara mereka telah diperbudak di Mesir. Apakah perbudakan orang-orang Yahudi di Mesir merupakan bukti nubuat yang dibuat oleh Jehovah kepada Ibrahim empat abad yang lalu? Ditulis dalam Kitab Kejadian:
"Ketauhilah, sesungguhnya keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri yang bukan kepunyaan mereka, dan mereka akan diperbudak serta dianiaya empat ratus tahun lamanya. Tetapi, bangsa yang akan memperbudak mereka akan Ku-hukum, dan sesudah itu mereka akan keluar dengan membawa harta-benda yang banyak."
(Kejadian 15:13-14).
Subscribe to:
Posts (Atom)
ENGLISH PHRASES
YOUTUBE ENGLISH PHRASES no one said it was to be going easy. tidak ada yang mengatakan itu akan berjalan mudah. that wasn't the re...
-
Choosing the Android operating system for mobile devices is appropriate because under Google it must be developed constantly. The most inter...
-
Building an Android Application is very easy, the programming language used by Android is java. Not all java features are used, but only a p...
-
YOUTUBE ENGLISH PHRASES no one said it was to be going easy. tidak ada yang mengatakan itu akan berjalan mudah. that wasn't the re...









